dua kartu pos saya datang dari Ukraina dan Malaysia :D

Terima kasih untuk Khoo yang telah mengirimkan kartu pos keren bergambar kereta :D Sungguh, dari sekian banyak kendaraan yang ada, yang paling saya sukai ialah kereta!! Coba perhatikan, pemandangannya begitu hijau dan indah ya. Gambar itu diambil di George Town, ibu kota Penang. Terlihat jelas sekali jika kita dapat menikmati kenyamanan kereta sambil memandangi pemandangan. Di dalam kartu ini, Khoo menulis banyak sekali hal menyenangkan dan membuatku iri dengan kota Penang. Membuatku benar-benar iri dan menyayangkan jika Indonesia sesungguhnya dapat menciptakan kenyamanan yang tidak akan kalahnya dengan Penang.

Kartu pos selanjutnya datang dari Ukraina :D Terima kasih ya, Olia. Saya sangat menyukai kartu pos yang sangat unik ini karena bentuknya yang memanjang. Oh,saya melihat ada sebuah air mancur yang dibangun pada abad ke-19, *maaf sekarang saya lupa nama tempat ini apa, nanti setelah ingat akan saya perbaharui lagi*

Hingga saat ini saya telah mendapatkan tiga kartu pos dari orang dan negara yang berbeda. Sementara itu, empat kartu pos saya masing-masing telah sampai ke Belgia, dua ke Finlandia, satu di Belanda. Sementara itu, lima kartu saya masih berkeliling mencari si pemilik rumah, yakni dua buah kartu masing-masing sedang menuju ke Amerika dan Russia, serta satu kartu sedang menuju Belarus. Anda tahu, kartu Pos saya yang dikirim ke Russia telah memakan waktu hingga 50 hari!! Aneh sekali :’( Hiks,.. Saya bertanya-tanya, mengapa kartu saya bisa belum sampai bahkan setelah lima puluh hari!!

Tiga kartu pos balasan, masing-masing akan dikirim sebagai delegasi saya ke Jerman, Malaysia, dan Ukraina. Rencananya saya baru akan mengirim kartu-kartu pos itu selepas saya menyerahkan berkas Yudisium, yaitu tanggal 27 Januari 2011.

Oh ya, hei, sidangku diundur lho, yang seharusnya tanggal 21 Januari 2012, ternyata diundur menjadi tanggal 24 Januari :D Saya, setelah beberapa hari merasa galau karena deg-degan, akhirnya saat ini mulai dapat merasa nyaman. Terima kasih ya teman-teman karena telah membantu saya di dalam doa dan ucapan semangat kalian ^^

ribet rebet ngurus sidang

Sebenarnya, saya baru disetujui untuk sidang pada semester ini hari Jum’at lalu. Anda harus tahu, paling lambat sidang adalah minggu depan pada hari jum’at, sementara saat ini saya masih belum menentukan siapa-siapa saja dosen yang aan mengujikan saya. Ini begitu mendadak.

Semoga saya diberi kelancaran menyelesaikan urusan sidang. Sampai saat ini, saya menentukan jika hari sidang saya ialah pada hari Kamis atau Jum’at pada minggu depan. Tetapi, sebenarnya saat ini, selain soal sidang, saya sedang takut jika ternyata urusan administratif akan menjadi penghalang utama saya. meskipun izin telah turun, tetapi jika saya belum menemukan penguji, saya tidak dapat melakukan sidang :’)

Terima kasih pada Tika yang telah membantu saya selama ini, khususnya ketika akhirnya dia yang memintakan surat sidang untuk saya ^^

Bakti Sosial yang ditinggal

Saya sebenarnya tengah melancarkan kegiatan bakti sosial, namun karena mendadaknya keputusan untuk sidang, saya pun jadi terpaksa meninggalkan persiapan kegiatan itu sementara waktu. Semoga mereka yang ditinggalkan sementara tidak merasa terbebani. Amiin..

Ps: Ups, beberapa orang di sekitar saya malah pusing memikirkan ‘mau pakai baju apa saya’ sewaktu di sidang nanti. Semuanya, terima kasih ^^

______

Setelah diurus administrasinya, tanggal saya sidang ialah pada 24 Januari 2012, pukul 15.30 :D mohon doanyaa.. teman-teman, Ternyata hari terakhir sidang bukan pada hari jumat di minggu ini, melainkan hari selasa di minggu depan ^^

Gemas!

Gemas ialah ketika harus berulang kali me-rekode data karena selalu terjadi missing dan begitu hasilnya ternyata gak signifikan, saya harus kembali menulis pembahasan :D

Jadi, apakah saya bisa lulus in time pada semester ini?

Berawal dari diskusi, kedai kopi, hingga kebahagiaan

Teman-teman, sebelum ini saya sudah mengatakan bahwa semenjak awal tahun ajaran saya sudah mulai mengerjakan skripsi. Saya tidak akan menceritakan perihal skripsi yang menjelimetkan pikiran, tetapi ingin menceritakan tentang salah satu proses mengerjakan skripsi yang nyaman tanpa membuat stres.

Secara kebetulan, dosen pembimbing saya adalah pemilik dan pengelola kedai kopi Kimung, sebuah kedai kopi yang letaknya berada persis di depan Depok Fantasi Waterpark “Alladin”, kawasan perumahan Grand Depok City. Sebelum memperkenalkan kedai ini, sebentar saya ingin menceritakan Anda mengenai siapa sebenarnya sang pengelola kedai. Beliau adalah Dr. Syahrizal Syarif, seorang dokter yang saat ini juga sedang menjadi dosen pengajar Epidemiologi di fakultas saya. Karena pembawaannya yang ramah, setiap kali berdiskusi dengan beliau saya tidak pernah merasa tegang atau pun bosan.

Diskusi di kedai kopi

Suasana di teras kedai, gambar diambil dari sini

Hari ini, saya kembali mengkonsultasikan kemajuan tulisan saya pada beliau. Berawal dari keinginan berdiskusi, keramah-tamahan beliau menggiring saya agar mampir di kedainya. Seperti pembawaan yang biasanya, beliau menerima saya dan teman saya di kedai kopinya. Pengelolaan kedai ini dilakukan dengan serius dan penuh kesungguhan karena kedai kopi Kimung didirikan sebagai bentuk kepedulian beliau dan istrinya terhadap perkembangan industri kopi di Indonesia.  Meskipun saya tidak memahami banyak mengenai perkembangan industri kopi di Indonesia, sejak awal kopi Indonesia sudah terkenal berkualitas. Dari segi produksi, kopi Indonesia menempati peringkat empat terbesar di dunia.

Kopi yang disediakan di kedai kopi Kimung merupakan kopi khas Indonesia. Terlebih, seluruh kopi yang dijadikan bahan racikan merupakan kopi berkualitas yang tidak tanggung-tanggung didatangkan langsung dari daerahnya. Seperti misalnya kopi gayo dan kopi Kolosi. Kopi gayo yang paling berkualitas beliau datangkan dari Aceh dan kopi Kalosi dari Tana Toraja. Kopi-kopi yang didatangkan dari berbagai daerah tersebut disajikan dalam sajian masalak Indonesia.

Setelah saya selidiki lebih jauh mengenai kedai ini, saya melihat jika kedai kopi ini sudah cukup populer terdengar di jaringan maya. Saya membaca jika ulasan mengenai kedai ini paling mudah ditemukan dalam informasi yang ditulis oleh media kompas online dan blog khusus tentang kopi yang ditulis oleh Zuli Taufik. Saya memang bukan penggemar kopi, tetapi tidak ada salahnya jika saya ikut meramaikan industri kopi di Indonesia dengan sesekali menuliskan hal mengenai kopi.

Kedai kopi dan kebahagiaan

Dosen saya bersama dengan istrinya, foto diambil dari sini

Pengelolaan kedai kopi merupakan salah satu dari sekian hal yang sedang difokuskan oleh dosen saya. Sebagai seorang dosen di departemen Epidemiologi, beliau turut aktif mengikuti perkembangan dunia, tidak terkecuali dunia kesehatan. Yang paling terlihat ialah dari keaktifan beliau untuk selalu menyempatkan diri turun ke daerah bencana setiap kali ada bencana yang terjadi di Indonesia. Beliau kerap menceritakan pengalamannya ketika berada di daerah bencana, maupun ketika sedang menjadi bagian dalam penelitian di daerah-daerah terpencil Indonesia.

Selain aktif menjadi akademisi dan hobi meracik kopi, beliau juga menikmati buku dan fotografi. Semenjak kecil beliau sudah gemar membaca. Hobi fotografi pun dilakukan dengan serius karena beliau memang selalu menjalankan segala sesuatu hal yang disukainya dengan tidak main-main. Yang paling menarik ialah kenyataan jika beliau selalu terlihat santai dan berbahagia. Apapun yang berhasil dilakukan dan didapat beliau saat ini merupakan impiannya semenjak muda. Artinya, segala sesuatu yang berhasil nikmati saat ini pastilah merupakan buah kerja kerasnya di masa muda.

Cottbus-Chosebuz, Kartu pos pertama saya datang dari Jerman!

Setelah satu bulan menjadi member di Postcrossing.com, akhirnya kartu pos pertamaku datang dari Jerman :D Rasanya senang sekali. Padahal, sebelumnyaaku sempat was-was kalau jangan-jangan alamat rumah yang kuberikan belum cukup lengkap :| Oke kukira aku pantas merasa khawatir karena temanku, yang alamatnya notabene gampang ditemui, malah pernah mendapati kartu pos yang dikirim temannya tidak pernah sampai.

Kartu Pos dari Evi ini adalah kartu pos pertama kali yang saya miliki semenjak menjadi member di Postcrossing.com

Kartu pos ini berasal dari Evi, seorang mahasiswi yang berasal dari timur Jerman, Cottbus. Dia bercerita tentang salju yang tidak kunjung turun serta betapa tak biasanya hal tersebut terjadi. Lalu, ia menceritakan pula tentang kota tempat tinggalnya, Cottbus, sebuah kota kecil biasa yang di sana terdapat Polish Border.

2011 in review

One of reason why I like blogging trough wordpress is that because there is an annual report about our writing statistic calculations. Sure, that actually is only a global statistic but really means a lot to me. I know people who like giving a comment in my blog, type of article most people search and read, and others.

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 15,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Thank you for your kindness to visit my blog, even read my very odd posts here ^^

menjadi aL4Y

Aku pernah mendengar cerita dari seorang teman kepada seorang wanita yang begitu ‘hebat’. Hebat dalam arti seorang wanita karir, sementara untuk kehidupan pribadinya aku tak tahu. Oke, sebelum berlanjut pada’hebat’ wanita ini tidak ada salahnya di akhir tulisan ini aku akan bercerita tentang wanita ‘hebat’ yang kudamba.

Kembali pada cerita kawanku,

Temanku bertanya pada wanita hebat ini, yang adalah seorang wanita cerdas, berprestasi, dan baik hati. Salah seorang dosen Komunikasi terkemuka di Universitasku. Yang ingin kutekankan, ia pandai sekali menulis. kira-kira percakapannya seperti ini,

Temanku:  “Pernahkah Ibu menjadi aLaY?”

Dosen: “Kenapa kamu bertanya?”

Temanku: “Karena ibu perempuan yang hebat.”

Dosen: “Mungkin kamu akan menyesal, karena jika kamu menganggapku saat ini hebat, ibu justru berterima kasih karena dari dulu sampai sekarang ibu senang menjadi alay.”

Jadi, tulisan ini aku persembahkan pada orang-orang yang rela disebut aLaY demi mencapai mimpi-mimpi indah mereka. Kupikir, tidak ada yang salah dengan pembenaran terhadap kaum alay tertentu. Masalahnya, kita tidak tahu, mana yang alay dan mana yang alay tertentu. Jadi, mungkin akan lebih bijaksana jika kita tidak menuduh kaum alay manapun. Karena aku pun sebenarnya alay *akhirnya mengaku, sekaligus membeberkan alasan menuliskan ini :oops:

Lalu tentang wanita hebat yang kudamba,

Yaitu seperti ibuku. Sepertinya sudah biasa jika seorang anak memfavoritkan ibu dan ayahnya, atau sosok keluarga lainnya seperti kakak dan adik. Tidak apa-apa, setidaknya nilai yang ingin kuceritakan tentang ibuku memang ada. Ibuku rela bekerja demi keluarga. Seorang ibu yang peduli mengurusi anak-anak dan suaminya tanpa terkecuali, namun tetap dengan penuh kesabaran dan suka cita. Sebetapa hebatnya wanita, jika tidak memiliki nilai-nilai seperti ibu, rasanya kurang memenuhi kriteriaku. Jadi aku ingin menjadi seperti ibu.

ps: setelah selama setahun lebih aku menggunakan kata ganti ‘saya’ dalam menulis, sekarang sedang mencoba menulis dengan menggunakan kata ganti ‘aku’. Rasanya lebih nyaman..

kesan yang berbuah manfaat

Aku baru saja merasa diriku tak enak hati karena tidak menyukai temanku sendiri. Apalagi, temanku adalah orang yang sangat baik, ramah, pintar, dan rajin beribadah. Jika mengingatnya, aku pantas untuk malu. Untungnya, ketika aku tiba-tiba kembali termenung sambil berdoa, aku ingat kembali dengan temanku nun jauh di sana. Kami bukan teman karib, namun dengan sedikit kepo positif *membenarkan diri*, aku pun tulus mengaguminya. Ugh, sebenarnya aku sudah terpesona olehnya dan saat ini menjadi semakin kagum. Tenanglah, dia seorang perempuan dan dalam hal ini aku yakin masih menjadi orang yang lurus.

Memang menyenangkan jika kita dibutuhkan dan menyakitkan jika mengetahui kenyataannya kita tidak dibutuhkan. Kesalahan memang ada di aku. Seandainya saat itu aku tidak diam dan berbicara sesuai keinginan hati, pasti aku tidak akan merakan hal yang saat ini kurasakan. Sebenarnya, saat ini pun aku memilih untuk diam dan tidak mengatakannya pada mereka sedikitpun kesedihanku. Jadi kalau aku tidak ingin terus merasa seperti ini, sebenarnya aku cukup bilang kepada mereka kalau aku merasa tidak pernah dianggap dan masalah pun akan selesai. Seperti yang sudah kukatakan, mereka adalah orang yang baik. Mendengar protesku, pasti mereka akan memikirkannya.

Berkali-kali aku sudah berusaha memikirkan bagaimana caranya supaya aku dapat mengatakannya dengan sopan dan ramah, tetapi jalannya belum juga kutemukan. Di luar, sebenarnya aku adalah orang yang cukup impulsif yang cenderung introvert. Sedikit kejutan dapat membuat ekspresiku berceceran di mana-mana. Tapi, jika perkaranya adalah tentang mereka, aku sangat jago menahan perasaanku yang sebenarnya. Manis sekali aku menyembunyikan kepahitanku pada mereka. Ya ampun, tanpa aku sadari aku sempat menjadi manusia yang munafik.

Aku akhirnya memutuskan akan berbicara pada mereka. Tentu saja dengan baik-baik. Akan kutanyakan alasan mereka melakukan hal yang membuatku merasa sedih. Aku yakin jika hal baik akan datang tepat setelah aku berbicara pada mereka. Kukira ini adalah kesalahpahaman yang berujung pada rasa cemburu, sekarang aku yakin!

Untukmu, teman yang tanpa kau sadari sebenarnya telah mengingatkanku, terima kasih banyak ^^ Terima kasih karena telah membuatku yang hampir merasa capek, baik fisik maupun psikis, dapat kembali berfikir dengan jernih. Terima kasih Tuhan karena telah mengingatkanku melaluinya. Terima kasih karena telah mengenalkanku padanya.