Alin Aun Adyana

yang sedang belajar…

Hey, Hentikan Kekerasan pada Anak!!

with 21 comments

Saya tidak mengerti, mengapa ada banyak sekali hal yang sebenarnya sangat simpel tetapi dianggap sebagai suatu ‘masalah besar’ yang harus segera dibasmi layaknya hama bagi petani. Kekerasan. Memang, yang namanya ‘emosi’ bisa sangat mengerikan. Juga, menyakitkan.

Stop Kekerasan pada anak

Baru-baru ini seorang teman curhat kepada saya tentang adik temannya yang sering jadi bulan-bulanan kekerasan kakak dan orang tuanya. Alasannya simpel, si anak yang kebetulan perempuan itu dilarang berpacaran.

Orang tua dan kakaknya bahkan telah memaksa anaknya (dan juga pacarnya) untuk berpisah tanpa terkecuali. Kalau perempuan itu tetap berani membantah, maka tamparan tanganlah yang akan berbicara tanpa kompromi. Namun apa daya, si anak perempuan yang nyatanya memang cantik itu tetap saja sering didekati teman-teman lelakinya. Baik yang intensitasnya hanya sebagai teman, maupun yang ingin lebih dari teman, si gadis perempuan itu tetap memperoleh tamparan, cambukan, tinju hingga kurungan.

Kekerasan bukan satu-satunya jalan untuk mencapai solusi

Saya tidak suka ikut campur urusan orang lain, terutama jika urusan orang lain tersebut telah menyangkut pada urusan keluarga. Sayangnya, saya tidak mampu untuk tidak bertanya apa alasannya sang kakak dan orang tuanya sampai melakukan perbuatan yang menurut saya seperti sebuah ‘penyiksaan’ itu? Apalagi setelah mendengar kasusnya, saya rasa kekerasan tidak pantas menjadi sebuah solusi yang menarik, apalagi untuk dilakukan.

Menurut saya, jika menyangkut kedisiplinan ‘kekerasan’ lebih mungkin dilakukan. Kekerasan itu pun bukanlah sebuah kekerasan yang asal tinju, cambuk, tampar, dan sebagainya.

Dalam pelatihan militer, prajurit biasa diberlakukan tegas (yang bagi orang awam seperti saya agak terasa kasar) demi membuat para prajuritnya bersikap kuat, tegas, tidak letoy, dan lain sebagainya. al ini tentunya tidak dapat terhindarkan karena pada dasarnya tugas seorang prajurit ialah melindungi negara dari serangan baik dari luar maupun dalam negara. Tanpa prajurit yang kokoh, bangsa akan terlihat lemah bangsa lain sehingga rentan untuk dihancurkan. Lalu dalam proses penghancuran tersebut, negara bukan hanya akan kehilangan kedaulatan, rakyat pun belum tentu dapat memperoleh kebebasan hak-haknya.

Di militer, ada istilah yang disebut sebagai hukum disiplin. Hukum disiplin ini hanya boleh dilakukan oleh seorang ankum. Tidak semua Ankum memiliki kewenangan penuh untuk memberikan hukuman disiplin. Terlebih, sebelum Ankum ingin menjatuhi hukuman bagi para tentara pelanggar disiplin, mereka perlu memenuhi beberapa kriteria seperti Fakta mengenai kesalahan serta bukti pasal yang telah dilanggar, alasan kuat penjatuhan hukuman, hukum disiplin harus sesuai dengan kesalahan prajurit, serta lain sebagainya. Jadi, menghukum pun seharusnya bukan asal main tampar, tinju, bahkan hingga kurungan. Hukuman dijatuhkan harus sesuai dengan kesalahannya. Ya namanya saja hukuman, jadi harusnya adil. Kalau tidak adil itu namanya kekerasan!

Mendidik moral bukan dengan kekerasan

Berbeda dengan mendidik kedisiplinan yang biasanya sarat dengan ‘kompensiasi  fisik’, mendidik moral seseorang lebih menggunakan jalan yang sifatnya ’lembut’.

Bagaimanapun, mendidik bukan berarti harus menggurui. Menggurui hanya akan membuat orang yang dididik tidak nyaman karena saat itu ia akan lebih merasa sedang ‘direndahkan’. Mendidik yang baik harus dengan cara yang istimewa. Kita harus mengistimewakan orang yang kita didik agar ia semakin semangat untuk meperoleh ilmu.

Sumber gambar diambil dari sini.

Written by alinaun

March 5, 2011 at 10:19 pm

Posted in artikel

21 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Menarik… :) salam kenal ^_^

    Jenifer

    March 5, 2011 at 11:51 pm

  2. keren, nice post

    AeArc

    March 6, 2011 at 3:18 am

    • @Jenifer & @AeArc terima kasih banyak :lol:

      lukisanlangit

      March 6, 2011 at 8:56 am

  3. Anak harus dididik dengan kelembutan dan penuh kasih sayang. Jangan nodai mereka dengan kekerasan yang bisa menyebabkan trauma yang berkepanjangan bagi mereka

    Ifan Jayadi

    March 6, 2011 at 4:27 am

    • Iya :lol: tapi benar, memang tidak selalu hanya kelembutan

      lukisanlangit

      March 6, 2011 at 8:55 am

  4. He he…, saya mengalami kok pendidikan ala militer begitu di rumah, jadi pas kecil sudah biasa kalau ada sesuatu yang melayang cepat ke badan.

    Tapi itu tidak akan memupus fakta bahwa orang tua saya menyayangi saya dengan amat sangat :) . Saya sih tidak masalah kalau pendidikannya ala militer begitu, asal tentu saja bukan kekerasan yang asal-asalan.

    Daripada dimanja, dibiarkan, kemudian anak menjadi kurang ajar, salah pergaulan dan sebagaimana lainnya. Mendidik anak itu tidak mudah, keras tidak selalu salah, dan lembut tidak selalu tepat, segalanya memiliki warna tersendiri, karena menjadi orang tua-pun manusia tidak bisa sempurna.

    Cahya

    March 6, 2011 at 7:09 am

    • iya, keluarga saya juga seperti itu. Itu mendidik kedisiplinan. Hanya saya melihat kalau ‘pendidikan’ yang dialami teman saya itu, rasanya berlebihan sekali. Menurut saya itu sudah masuk ke dalam pembatasan hak. Ini seperti sebuah ketimpangan yang diakibatkan gender. Karena dia perempuan, maka dia pantas dijaga sampai semacam itu. Saya, masih belum paham dengan pola asuh yang seperti itu

      lukisanlangit

      March 6, 2011 at 8:54 am

  5. alhamdulillah anak2 saya nurut tanpa perlu saya membeli cambuk atau alat2 horor lainya …. rangkul sang anak,,, katakan ‘peraturan’ itu dengan cinta .. sambil ayah bunda memberi contoh …. insya Allah dia akan megerti dan melaksanakannya …. jangan lupa ciuman sebagai rewardnya

    catatanpelangi

    March 6, 2011 at 10:08 am

  6. Bener banget.
    Kalau anak dididik dgn kekerasan, maka kelak juga akan sering menggunakan kekerasan.
    Salam

    Emanuel Setio Dewo

    March 6, 2011 at 10:21 am

  7. bagus nih…wajib dibaca oleh orang tua dan guru

    Mbah Jiwo

    March 6, 2011 at 11:15 am

  8. mendidik moral justru ngga bisa dilakukan dengan kekerasan..
    hehe

    salam kenal..
    di lukisannya ada bintang ngga??? :P

    kodokz

    March 6, 2011 at 7:58 pm

  9. weisss… ini topik berat… karena terkadang orang tau punya alasan sendiri-sendiri dalam bersikap… saya sendiri semoga ntar jadi ortu yang tahu cara mendidik.. :)

    Prima

    March 6, 2011 at 10:04 pm

  10. paling sedih dan sebel kalo baca ada orang yang melakukan kekerasan pada anak. apalagi kalo itu orang tua nya sendiri. keterlaluan banget rasanya…

    arman

    March 7, 2011 at 1:47 am

  11. Membentuk moral emang semestinya dengan kelembutan. Meskipun demikian, bukan berarti kekerasan menjadi hal yang tabu untuk diimplementasikan *tentunya kekerasan yang tidak menyakiti, melainkan sebagai bagian dari pendidikan anak

    yoriyuliandra

    March 7, 2011 at 6:03 am

  12. Disiplin tidak selalu dengan kekerasan.

    andika

    March 7, 2011 at 4:01 pm

  13. Post yang menarik. Ya memang tidak seharusnya kita keras kepada anak..

    Realodix

    March 7, 2011 at 4:44 pm

  14. anak perlu perlindungan, anak perlu kasih sayang

    joko santoso

    March 8, 2011 at 6:14 pm

  15. biasanya yang masih melakukan kekerasan pada anak karena dia (pelaku) juga memiliki problem kekerasan di masa lampau (sejarah terulang lagi)… jadi seharusnya si pelaku harus pergi ke psikolog ya? :)

    3sna

    March 9, 2011 at 5:41 pm

  16. ” si anak yang kebetulan perempuan itu dilarang berpacarn.” <- tapi selain karna ngelanggar ini, si anak ga pernah dikerasi secara fisik ya mbak alin?

    setuju bange, kekerasan fisik ga akan menyelesaikan masalah. tapi, bukannya membela atau gimana, mungkin ada baiknya diliat dari sisi lain dulu. apa si anaknya emang udah pernah dikasih nasihat baik2 ga boleh pacaran tapi tetap dilanggar?
    :)

    nadiafriza

    March 10, 2011 at 7:19 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s