Teman-teman, sebelum ini saya sudah mengatakan bahwa semenjak awal tahun ajaran saya sudah mulai mengerjakan skripsi. Saya tidak akan menceritakan perihal skripsi yang menjelimetkan pikiran, tetapi ingin menceritakan tentang salah satu proses mengerjakan skripsi yang nyaman tanpa membuat stres.
Secara kebetulan, dosen pembimbing saya adalah pemilik dan pengelola kedai kopi Kimung, sebuah kedai kopi yang letaknya berada persis di depan Depok Fantasi Waterpark “Alladin”, kawasan perumahan Grand Depok City. Sebelum memperkenalkan kedai ini, sebentar saya ingin menceritakan Anda mengenai siapa sebenarnya sang pengelola kedai. Beliau adalah Dr. Syahrizal Syarif, seorang dokter yang saat ini juga sedang menjadi dosen pengajar Epidemiologi di fakultas saya. Karena pembawaannya yang ramah, setiap kali berdiskusi dengan beliau saya tidak pernah merasa tegang atau pun bosan.
Diskusi di kedai kopi

Suasana di teras kedai, gambar diambil dari sini
Hari ini, saya kembali mengkonsultasikan kemajuan tulisan saya pada beliau. Berawal dari keinginan berdiskusi, keramah-tamahan beliau menggiring saya agar mampir di kedainya. Seperti pembawaan yang biasanya, beliau menerima saya dan teman saya di kedai kopinya. Pengelolaan kedai ini dilakukan dengan serius dan penuh kesungguhan karena kedai kopi Kimung didirikan sebagai bentuk kepedulian beliau dan istrinya terhadap perkembangan industri kopi di Indonesia. Meskipun saya tidak memahami banyak mengenai perkembangan industri kopi di Indonesia, sejak awal kopi Indonesia sudah terkenal berkualitas. Dari segi produksi, kopi Indonesia menempati peringkat empat terbesar di dunia.
Kopi yang disediakan di kedai kopi Kimung merupakan kopi khas Indonesia. Terlebih, seluruh kopi yang dijadikan bahan racikan merupakan kopi berkualitas yang tidak tanggung-tanggung didatangkan langsung dari daerahnya. Seperti misalnya kopi gayo dan kopi Kolosi. Kopi gayo yang paling berkualitas beliau datangkan dari Aceh dan kopi Kalosi dari Tana Toraja. Kopi-kopi yang didatangkan dari berbagai daerah tersebut disajikan dalam sajian masalak Indonesia.
Setelah saya selidiki lebih jauh mengenai kedai ini, saya melihat jika kedai kopi ini sudah cukup populer terdengar di jaringan maya. Saya membaca jika ulasan mengenai kedai ini paling mudah ditemukan dalam informasi yang ditulis oleh media kompas online dan blog khusus tentang kopi yang ditulis oleh Zuli Taufik. Saya memang bukan penggemar kopi, tetapi tidak ada salahnya jika saya ikut meramaikan industri kopi di Indonesia dengan sesekali menuliskan hal mengenai kopi.
Kedai kopi dan kebahagiaan

Dosen saya bersama dengan istrinya, foto diambil dari sini
Pengelolaan kedai kopi merupakan salah satu dari sekian hal yang sedang difokuskan oleh dosen saya. Sebagai seorang dosen di departemen Epidemiologi, beliau turut aktif mengikuti perkembangan dunia, tidak terkecuali dunia kesehatan. Yang paling terlihat ialah dari keaktifan beliau untuk selalu menyempatkan diri turun ke daerah bencana setiap kali ada bencana yang terjadi di Indonesia. Beliau kerap menceritakan pengalamannya ketika berada di daerah bencana, maupun ketika sedang menjadi bagian dalam penelitian di daerah-daerah terpencil Indonesia.
Selain aktif menjadi akademisi dan hobi meracik kopi, beliau juga menikmati buku dan fotografi. Semenjak kecil beliau sudah gemar membaca. Hobi fotografi pun dilakukan dengan serius karena beliau memang selalu menjalankan segala sesuatu hal yang disukainya dengan tidak main-main. Yang paling menarik ialah kenyataan jika beliau selalu terlihat santai dan berbahagia. Apapun yang berhasil dilakukan dan didapat beliau saat ini merupakan impiannya semenjak muda. Artinya, segala sesuatu yang berhasil nikmati saat ini pastilah merupakan buah kerja kerasnya di masa muda.
cie aliiin, kapan sidang nya :p
jadi kangen sama depok juga nih,sekarang margonda jadi pusat mall ya
kopi?? belum berani mencoba lagi saya untuk meminum kopi..
maaf mba., aku ksasar ksini heheh., jadi ikut curat-coret aja deh
kopi? hampir tiap hari saya menyantapnya
by the way epidemiologi itu ilmu apa ya?
*buka wikipedia