Alin Aun Adyana

yang sedang belajar…

jadi mudah terinspirasi

with 7 comments

aku, belakangan jadi mudah terinspirasi dengan hal-hal yang terjadi di dalam hidupku. Tentang diriku, hubunganku dengan orang lain, kehidupanku. Semua itu mempengaruhi diriku banyak sekali ketika menulis. Karena pada dasarnya, ternyata inspirasi yang kudapat baru bisa kucerna jika sudah kualami. Selanjutnya, sedikit demi sedikit kutambah ini itu untuk menjadi bumbu.

pada dasarnya, saya kira semua orang pun seperti itu. antara pengalaman dan kemampuan menambah bumbu, kalau kubilang, karena tidak tahu istilah yang tepat. jadi kalau ingin memperkuat cerita, ya berarti antara memperbanyak pengalaman dan ide. lebih gamblangnya, semakin memperbanyak pengalaman dan bacaan.

aku harus menuntaskan ini semua! Harus!! karena sebenarnya sudah terlalu lama aku tidak menyelesaikannya, terhambat ini itu. sekarang, ketika tidak ada lagi hal yang terlalu banyak kukerjakan, seharusnya ini segera selesai. ayo, ayo, ayo. selesaikan aliin,…. kamu pasti bisa!! umurmu sudah semakin tua dan belum ada karya yang selama ini telah menjadi resulusimu di usiamu saat ini. jadi, ayolah. tak ada waktu lagi.

Written by alinaun

February 26, 2012 at 7:44 am

Posted in aku di pagi ini

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ayo semangat! :)

    Arman

    February 26, 2012 at 12:42 pm

  2. lagi bikin buku ya? semangat lin !

    rianadhivira

    February 26, 2012 at 9:37 pm

  3. Gud Lak… hheee.

    salam kenal.. :D

    dewasastra

    February 27, 2012 at 12:24 am

  4. Mudah terinspirasi kan bagus, orang ain mungkin malah sering sulit mendapatkan inspirasi :) .

    Cahya

    February 27, 2012 at 7:13 am

  5. semangat! :-)

    HQm

    February 27, 2012 at 10:33 am

  6. waktu semakin cepat berlalu – harus cepat memperbaiki diri san mengejar kembali cita dalam asa yang tiada penah padam oleh halang dan rintangan

    d(^o^”) – saya harus banyak membaca agar bisa menulis ya :)

    Eko Wardoyo

    February 27, 2012 at 7:25 pm

  7. bener tuh. untuk merekayasa kehidupan dalam cerita fiksi, kita harus menjalani kehidupan nyata lebih dulu. semoga tulisannya bisa selesai. banzai! :)

    Ilham

    March 5, 2012 at 5:25 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s