istirahat

dear readers,

Selama saya bekerja, saya dilatih untuk selalu siap bekerja dengan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat. Saya tidak tahu bagaimana orang lain bekerja, tapi pengalaman saya meminta saya untuk selalu seperti itu. Sampai rasanya saya suka berpikir, boleh tidak si kalo saya setidanya beristirahat meskipun hanya sejenak? Apakah yang sejenak itu sebegitu menghawatirkannya hingga dapat merugikan sampai-sampai selama ini saya tidak boleh sedikit saja bernafas dengan sedikit lebih tenang tanpa diburu-buru oleh sesuatu?

Balik lagi, saya sering berpikir mengenai apa si sebenarnya yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup? Kalau ada yang bilang kisah Romeo dan Juliet adalah sebuah tragedi, bagaimana kalau berpikir bahwa sebenernya bertahan untuk hiduplah yang adalah sebuah tragedi. Yang saya lihat, banyak orang yang seiring dengan bertambahnya usia dan menyadari bagaimana dunia ini bekerja, justru malah kehilangan dirinya, menjual dirinya, atau bahkan yang lebih menyedihkan, rela merusak dirinya untuk memperoleh harapan yang digantungkan pada dunia.

Dari sana barangkali yang dibutuhkan kita ialah sejenak beristirahat. Beristirahat di mana? Tugas kita mungkin memang mencarinya agar kita bisa selamat dari segala macam hal yang berpotensi merusak atau merugikan diri kita di masa depan. Kita perlu beristirahat dari segala kelelahan maupun harapan yang dijadikan alasan untuk tetap bertahan menghadapi kehidupan ini.

Photo by Debby Hudson on Unsplash

Author: Lina Kariim

under my pen name, i write.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s